Berita

Sosialisasi Program-program penanganan permasalahan sosial melalui limbukan

Jumat Wage, 17 Oktober 2014 10:44 WIB 3545

Dalam berbagai kesempatan, Kepala Dinsos DIY, Drs Untung Sukaryadi, MM selalu menekankan bahwa para dalang itu adalah mitra kerja Dinas Sosial. Dan pihaknya memiliki kepentingan untuk selalu menjalin komunikasi dengan para dalang itu.

Sebab, melalui pakeliranlah program-program Dinas Sosial dapat disosialisasikan kepada masyarakat. Dan Dinas Sosial sendiri memiliki bidang yang terkait dengan pedalangan yakni melakukan sosialisasi program dengan melalui kesenian tradisional.

Drs Untung Sukaryadi menjelaskan, program sosialisasi ini sangat penting bagi Dinsos karena perlu disadari bahwa lembaga yang dipimpinnya menangani berbagai masalah yang langsung dirasakan masyarakat. Yakni kemiskinan, keterlantaran, kecacatan, kebencanaan, tindak kekerasan, napza dan lain-lain. Salah satu bencana yang sangat rawan adalah kebencanaan sosial. Kebencanaan sosial kalau tidak ditangani akan mengakibatkan disharmonisasi.

Kenapa melalui kesenian tradisional? Karena kesenian radisional patut kita lestarikan. Wayang merupakan kesenian adiluhung yang sekaligus memuat tontonan, tuntunan dan tatanan. Dengan demikian diharapkan apa yang menjadi program Dinas Sosial bisa dimengerti masyarakat. Paling tidak, masyarakat bisa tahu bagaimana cara mengakses ke Dinsos berbagai hal seperti tersebut di atas.

Dalam memanfaatkan pentas wayang kulit, penyuluhan yang disampaikan pejabat Dinsos selalu diselipkan dalam acara Limbukan, yakni keluarnya wayang Limbuk dan ada selingan lawakannya.

Seperti ketika berlangsung wayangan dalam rangka merti dusun di Desa Argorejo Sedayu, Bantul, selingan lawakannya dibawakan pelawak kondhang Yu Beruk dan Dalijo. Kadinsos DIY yang tampil sendiri menyampaikan penyuluhannya.

Secara garis besar disampaikan Kadinsos, permasalahan social yang ada di DIY dapat dikategorikan menjadi 6 kelompok, yakni: kemiskinan, ketelantaran, kecacatan, ketunaan sosial dan penyimpangan perilaku, korban bencana alam maupun sosial serta korban tindak kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi.