Berita

PENGUKUHAN FORUM KOMUNIKASI ORGANISASI SOSIAL LANJUT USIA

Jumat Pon, 11 September 2015 09:00 WIB 3515

Sebanyak kurang lebih 300 tamu yang terdiri dari perwakilan Dinas Sosial Kab/Kota se DIY, Pendamping JSLU, Home Care, Day Care, UEP, ASLUT, ASLKS, Pendamping Permakanan, Forum Komunikasi Orsos LU, Komisi Daerah Lanjut Usia dan Keluarga besar Bidang bantuan dan Jaminan Sosial. Pertemuan sejak pagi hingga siang dilaksanakan di rumah Makan Mang Yat Potorono Banguntapan Bantul.

Kepala Dinas Sosial D.I.Yogyakarta menyambut secara langsung sekaligus memberikan motivasi bagi para undangan yang sebagian besar adalah Pendamping. Dalam pertemuan tersebut beliau menyampaikan pentingnya motivasi kepada masyarakat, advokasi kepada jajaran organisasi agar organisasi tidak terdistorsi atau buntu komunikasi yang bisa mengganggu kinerja.

Drs. Untung Sukaryadi, MM menyampaikan bahwa saat ini Dinas Sosial sedang mengalami hal yang dilematis, terkait adanya keputusan tentang intervensi yang sifatnya hibah bantuan sosial maka penerima yang bentuknya lembaga Sosial harus berbadan hukum, dan sudah berdiri sekurang-kurangnya 3 tahun.

Dalam sambutannya terkait kegiatan pengukuhan Forum Komunikasi LU DIY Masa Bhakti 2015-2018 ini Pak Untung juga menyampaikan, harapan beliau terhadap Forkom LU DIY. Melihat jumlah lanjut usia yang mencapai 15% di DIY dan merupakan rata-rata tertinggi di tingkat Nasional, Pak Untung berharap agar Forkom LU DIY dapat bertindak sebagai Lembaga kesejahteraan Sosial (LKS). Disamping itu forkom dapat mengidentifikasi para LU se DIY. Usia Lanjut dapat dibedakan dalam beberapa kategori yaitu secara ekonomi dan sosial.

Melalui identifikasi tersebut maka dapat diberikan intervensi yang tepat kepada kategori yang berbeda. Semisal LU yang terdiri dari purnakarya dari instansi yang secara ekonomi terkondisi dan secara sosial tidak terkondisi maka dapat diberikan pemberdayaan berupa kegiatan yang dapat meningkatkan rasa percaya diri. Begitu juga LU yang kondisi ekonominya lemah akan tetapi secara sosial kuat, maka dapat diintervensi dengan UEP, dll. Sedangkan LU yang secara ekonomi dan sosialnya lemah maka trategi intervensinya adalah dengan memberikan jaminan dan perlindungan sosial seperti Home Care, Day Care, dll.

Forkom diharapkan juga dapat berkontribusi sebagai penyuluh informal berkolaborasi dengan program sosialalisasi melalui wayang dan berbagai media baik cetak maupun elektronik.

Beliau menyampaikan gagasan untuk membuat Graha Lansia di DIY dan disambut baik dengan rencana Kementerian Sosial RI yang akan membangun Graha Lansia di Yogyakarta. hal ini diharapkan dapat mendorong daya juang masyarakat lanjut usia. Lanjut usia di hari tuanya tidak kosong secara pemikiran dan tercukupi dari sisi ekonomi. Hal ini seiring dengan kalimat dari beliau yaitu “TUA ITU PASTI, TAPI SEHAT ITU PILIHAN”. Semoga masyarakat Lanjut Usia DIY memilih sehat untuk melalui hari tuanya.